Tampilkan postingan dengan label Pengantar Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengantar Bisnis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Desember 2016

Lingkungan Internal dan Eksternal Perusahaan

1. Lingkungan bisnis dapat dibedakan  menjadi 2 yaitu lingkungan internal dan lingkungan eksternal

A. Lingkungan Internal
Lingkungan Internal adalah sumber daya manusia dan fisik yang mempengaruhi kinerja bisbis secara langsung. Lingkungan ini terdiri atas ;
1. Karyawan (tenaga kerja / sumber daya manusia)
2. Manajemen (keahlian pengelola)
3. Pemegang saham (stakeholders)
4. Modal dan peralatan fisik (dana, mesin, gedung)
5. Informasi

B.     Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal adalah institusi atau kekuatan luar yang potensial mempengaruhi kinerja organisasi. Lingkungan eksternal terdiri dari dua komponen yaitu 
1.  Lingkungan Khusus
Lingkungan khusus adalah bagian dari lingkungan yang secara langsung relevan terhadap pencapaian unsur organisasi. Lingkungan khusus meliputi orang orang yang mempunyai kepentingan dalam organisasi (stakeholder), seperti konsumen, pemasok, pesaing dan kreditor.
Konsumen atau pelanggan merupakan kelompok potensial yang mengkonsumsi output atau barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan atau organisasi bisnis dan juga lembaga pemerintahan maupun organisai nonprofit lainnya
Pemasok yaitu perusahaaan atau individu yang menyediakan faktor faktor produksi , pasokan meliputi bahan baku/material, peralatan, input keuangan dan tenaga kerja
Pesaing meliputi semua tawaran pesaing yang nyata maupun potensialserta subtitusi yang dipertimbangkan oleh pembeli
Kreditor yaitu kelompok kepentingan tertentuyang mempengaruhi kegiatan organisasi secara finansial (institusi keuangan ataupun individu yang memberikan pinjaman dana.

2. Lingkungan Umum
Lingkungan umum meliputi berbagai faktor, antara lain ;
a. Kondisi Ekonomi meliputi inflasi, masalah pengangguran, tingkat pertumbuhan pendapatan nasional, keadaan neraca pembayaran, kondisi pasar saham serta fluktuasi kurs valuta asing dan suku bunga.
b. Kondisi Politik dan Hukum yakni terdapatnya kestabilan politik dan kebijaksanaan pemerintah yang sesuai dapat menciptakan suasana kondusif untuk mengembangkan aktivitas organisasi bisnis diberbagai bidang.
Kondisi Sosial Budaya yaitu para manajer perlu memperhatikan adanya perubahan sosial budaya masyarakat khususnya pola dan tren pasar yang ditunjuk.
d. Kondisi Demografi mencakup kebiasaan yang beraku dalam karakteristik fisik dari populasi seperti jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, lokasi geografis, pendapatan, konsumsi keluarga.
e. Teknologi merupakan salah satu faktor lingkungan umum yang paling dramatis atau paling cepat mengalami perubahan.
f.  Globalisasi adalah salah satu faktor utama yang mempengaruhi organisasi bisnis

2. Bentuk-bentuk badan usaha serta kelebihan dan kelemahannya
A. Perusahaan Perorangan Yaitu perusahaan yang dimiliki oleh satu individu
Kelebihan perusahan perorangan
  • Mudah didirikan
  • Modal usaha kecil
  • Pengelolaannya fleksibel dan bebas
  • Kerahasiaan perusahaan terjamin
Kelemahan perusahaan perorangan
  • Pertanggung jawaban tidak terbatas
  • Modal terbatas
  • Kualitas manajerial dan kualitas pekerjaan terbatas
  • Kelangsungan operasi perusahaan terbatas
B. Perusahaan Perkongsian (CV,Firma dan Petnership)
Ciri utama perusahaan perkongsian adalah ukuran kecil dan relatif dapat dijalankan oleh pemiliknya.
Perkongsian dapat dibedakan menjadi 2 bentuk
  • Perkongsian umum adalah jenis usaha dimana setiap pemiliknya aktif bertanggung jawab bersama
  • Perkongsian terbatas adalah usaha milik beberapa orang akan tetapi hanya beberapa saja dari pemilik yang bertindak sebagi anggota yang menjalankan operasional bisnis
Kelebihan perusahaan perkongsian
  • Mudah didirikan, modal usaha relatif sedikit, pengelolaan usaha relatif lebih fleksibel dan lebih beban
  • Dengan adanya beberapa anggota, modal yang terkumpul menjadi lebih banyak, sehingga penambahan modal dapat memperluas skala usaha
  • Lebih banyak keahlian yang diperoleh
  • Umur usaha lebih panjang
Kelemahan perusahaan perkongsian
  • Terdapat masalah tanggung jawab tnpa batas bagi anggota aktif yang harus menanggung utang perusahaan baik dari harta perusahaan maupun harta pribadi
  • Menghadapi masalah modal terbatas
  • Terjadinya perselisihan dan kesalahpahaman antar anggota

C. Perusahaan Perseroan Terbatas
Perseroan Terbatas adalah suatu unit kegiatan usaha yang didirikan sebagai suatu intitusi badan hukumyang pendiriannya dilakukan melalui akta notaris, dimana suatu dokumen dikemukakan yang pada dasarnya mencantumkan tujuan pendirian, saham yang dikeluarkan dan nama nama pimpinan yang akan menjalankan usaha
Kelebihan Perseroan Terbatas
  1. Tanggung jawab yang terbatas dari para pemegang saham terhadap utang-utang perusahaan. Maksudnya adalah jika anda termasuk pemegang saham dan kebetulan perusahaan punya utang, anda hanya bertanggung jawab sebesar modal yang anda setorkan. Tidak lebih;
  2. Kelangsungan perusahaan sebagai badan hukum lebih terjamin, sebab tidak tergantung pada beberapa pemilik. Pemilik dapat berganti-ganti;
  3. Mudah untuk memindahkan hak milik dengan menjual saham kepada orang lain;
  4. Mudah memperoleh tambahan modal untuk memperluas volume usahanya, misalnya dengan mengeluarkan saham baru;
  5. Manajemen dan spesialisasinya memungkinkan pengelolaan sumber-sumber modal untuk itu secara efisien. Jadi jika anda mempunyai manajer tidak cakap, anda bisa ganti dengan yang lebih cakap;
  6. Hukum yang terjamin yang menimbulkan dampak positif yakni kelangsungan perusahaan;
  7. Memudahkan kita dalam mengganti pekerja dalam perusahaan dengan memecatnya, karna dibutuhkan manajemer dan pekerja dalam mengelola perusahaan;
  8. Memiliki status sebagai badan hukum, sehingga PT merupakan subjek hukum dan mandiri, status sebagai badan hukum juga membuka kemungkinan usaha lebih luas (seluruh bidang usaha terbuka, termasuk bidang keuangan);
  9. Jangka waktu dapat tidak terbatas;
  10. Manajemen yang lebih kuat;
  11. Lebih fleksibel, karena hampir semua bentuk kegiatan ekonomi terbuka bagi PT;  
  12. Kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin; dan
  13. Biasanya untuk Penanaman Modal Asing (PMA) ada fasilitas bebas pajak (tax holiday).
Kelemahan Perseroan Terbatas
  1. PT merupakan subyek pajak tersendiri. Jadi tidak hanya perusahaan yang terkena pajak. Dividen atau laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham dikenakan pajak lagi sebagai pajak pendapatan. Tentunya dari pemegang saham yang bersangkutan;
  2. Jika anda akan mendirikan perseroan terbatas, pendiriannya jauh lebih sulit dari bentuk kepemilikan usaha lainnya. Dalam pendiriannya, PT memerlukan akte notaris dan ijin khusus untuk usaha tertentu;
  3. Biaya pembentukannya relatif tinggi;
  4. Bagi sebagian besar orang, PT dianggap kurang “secret” dalam hal dapur perusahaan. Hal ini disebabkan karena segala aktivitas perusahaan harus dilaporkan kepada pemegang saham. Apalagi yang menyangkut laba perusahaan;
  5. Pembentukan PT sangat sulit dikarenakan banyak yang harus kita lakukan seperti halnya kelengkapan administrasi perusahaan, aktre notaris, dan ijin dalam usaha yang digeluti;
  6. Banyaknya pajak yang harus dibayar mulai dari pajak perusahaan sampai kepada pajak untuk pemegang saham yang dikenal dengan pajak pendapatan. Misalnya Pengenaan pajak ganda, yaitu : pengenaan PPh atas laba perusahaan, yang kemudian PPh dikenakan lagi atas bagian laba yang dibagikan pada pemegang ssaham dalam bentuk deviden;
  7. Ketentuan perundangan lebih ketat;
  8. Rahasia perusahaan relatif kurang terjamin;
  9. Biasanya untuk PMA, sedikit lebih rentan terhadap situasi dan kondisi sosial, politik, dan keamanan suatu negara.
D. Badan Usaha Milik Negara
terdiri dari :
  • Perusahaan jawatan atau perjan yaitu perusahaan negara yang dikelola oleh departemen tertentu (contoh PJKA Perusahaan Jawatan Kereta Api)
  • Perusahaan umum atau perum yaitu perusahaan milik negara yang memberikan layanan kepada masyarakat
  • Perusahaan perseroan terbatas milik negara  
E. Koperasi
Koperasi merupakan badan usaha yang tujuan utamanya bukan ssekedar untuk mencari keuntungan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Koperasi merupakan badan usaha yang didirikan oleh sekumpulan orang atau perusahaan untuk menjaga kepentingan bersama. Selain itu koperasi juga merupakan badan hukum.

F. Organisasi Non Profit (Nirlaba)
Organisasi non profit berarti badan usaha yang bukan mencari keuntungan atau bisa juga disebut non goverment organizations (NGO), umumnya usaha seperti ini bergerak dibidang pendidikan dan rumah sakit.

3Dalam merancang struktur organisasi dibutuhkan unsur lain yaitu  departementalization , chain of command and  span of management control , berikut artinya :

A. Work specialization
   Yaitu pengelompokkan kegiatan kerja kedalam departemen yang sama dan secara logis berhubungan sehingga setiap bagian yang dilakukan tahu secara jelas aktivitas mana yang harus dilakukan untuk menjadi tanggung jawab

B. Departementalization
Yaitu dasar pengelompokkan pekerjaan menggunakan work specialization , sehingga setiap tugas yang sama dapat dikoordinasikan dengan baik. Dasar pengelompokkan tersebut . Terdapat beberapa cara pengelompokkan tugas, antara lain secara fungsional, berdasarkan produk, geografis,proses atau jenis pelanggan (customer)

        i.            Departementalisai secara fungsional
Meliputi penempatan pegawai pegawai yang melakukan fungsi atau proses kerja atau memiliki kemampuan dan skill dalam satu departemen, misalnya departemen produksi ( berarti orang orang yang bekerja didalamnya sama sama melakukan proses produksi termasuk mulai dari pengolahan bahan baku hingga pengemasan, pemasaran dan penjualan, akunting dan keuangan, riset dan pengembangan serta sumber daya manusia.

      ii.            Departementalisai secara proses produksi
Departementalisasi ini dilakukan berdasarkan proses produksi,karena setiap proses biasanya membutuhkan skill yang berbeda beda.

    iii.            Departementalisai menurut produk
Yaitu pengelompokkan berdasarkan jenis produk yang dihasilkan organisasi.Salah satu keunggulan departementalisasi ini adalah peningkatan akuntabilitas performa produk karena seluruh aktivitas yang berkaitan dengan produk tersebut dilakukan dalam satu departemen dan dibawah kendali seorang manajer.

    iv.            Departementalisasi secara geografis atau teritori
Apabila perusahaaan memiliki cabang diberbagai daerah, diperlukan unit kegiatan yang dibedakan pada daerah yang termasuk dalam operasi perusahaan Apabila pelanggan tersebar disuatu area dan memiliki kebutuhan yang relatif sama berdasarkan lokasi , maka bentuk departementalisai dapat digunakan.

      v.            Departementalisasi menurut jenis konsumen
Pada jenis ini, pekerjaan dikelompokkan berdasarkan jenis pelanggaran yang menjadi target perusahaan.

C.    Chain of Command
Chain of command (rantai komando) adalah garis otoritas yang tak boleh dilanggar (unbroken) mulai dari manajemen puncak hingga level manajemen yang paling bawah. Terdapat 2 konsep chain of command yaitu

  • Otoritas (hak yang tertanam dalam sebuah posisi manajerial untuk memerintah dan mengharapkan kepatuhan dari bawahan)
  • Unity of command (bahwa seseorang harus dan hanya memiliki satu atasan langsung untuk melapor)

D.    Span of Mangement Control
Rentang kendali manajemen menerangkan tentang banyaknya jumlah bawahan yang berada dalam pengawasan seorang manajer, konsep ini mengacu pada berapa banyak anak buah yang dapat diawasi secara efektif dan efisien oleh seorang manager.




Jumat, 02 Mei 2014

Departementalization, Chain of Command and Span of Management Control

Dalam merancang struktur organisasi dibutuhkan unsur yaitu :

A.Work specialization Yaitu pengelompokkan kegiatan kerja kedalam departemen yang sama dan secara logis berhubungan sehingga setiap bagian yang dilakukan tahu secara jelas aktivitas mana yang harus dilakukan untuk menjadi tanggung jawab
B.Departementalization Yaitu dasar pengelompokkan pekerjaan menggunakan work specialization , sehingga setiap tugas yang sama dapat dikoordinasikan dengan baik. Dasar pengelompokkan tersebut . Terdapat beberapa cara pengelompokkan tugas, antara lain secara fungsional, berdasarkan produk, geografis,proses atau jenis pelanggan (customer)
  • Departementalisai secara fungsional Meliputi penempatan pegawai pegawai yang melakukan fungsi atau proses kerja atau memiliki kemampuan dan skill dalam satu departemen, misalnya departemen produksi ( berarti orang orang yang bekerja didalamnya sama sama melakukan proses produksi termasuk mulai dari pengolahan bahan baku hingga pengemasan, pemasaran dan penjualan, akunting dan keuangan, riset dan pengembangan serta sumber daya manusia.
  •  Departementalisai secara proses produksi Departementalisasi ini dilakukan berdasarkan proses produksi,karena setiap proses biasanya membutuhkan skill yang berbeda beda
  •  Departementalisai menurut produk Yaitu pengelompokkan berdasarkan jenis produk yang dihasilkan organisasi.Salah satu keunggulan departementalisasi ini adalah peningkatan akuntabilitas performa produk karena seluruh aktivitas yang berkaitan dengan produk tersebut dilakukan dalam satu departemen dan dibawah kendali seorang manajer
  •  Departementalisasi secara geografis atau teritor Apabila perusahaaan memiliki cabang diberbagai daerah, diperlukan unit kegiatan yang dibedakan pada daerah yang termasuk dalam operasi perusahaan Apabila pelanggan tersebar disuatu area dan memiliki kebutuhan yang relatif sama berdasarkan lokasi , maka bentuk departementalisai dapat digunakan
  •  Departementalisasi menurut jenis konsumen Pada jenis ini, pekerjaan dikelompokkan berdasarkan jenis pelanggaran yang menjadi target perusahaan.


C.    Chain of Command
Chain of command (rantai komando) adalah garis otoritas yang tak boleh dilanggar (unbroken) mulai dari manajemen puncak hingga level manajemen yang paling bawah. Terdapat 2 konsep chain of command yaitu
  • Otoritas (hak yang tertanam dalam sebuah posisi manajerial untuk memerintah dan mengharapkan kepatuhan dari bawahan)
  • Unity of command (bahwa seseorang harus dan hanya memiliki satu atasan langsung untuk melapor)


D.    Span of Mangement Control

   Rentang kendali manajemen menerangkan tentang banyaknya jumlah bawahan yang berada dalam pengawasan seorang manajer, konsep ini mengacu pada berapa banyak anak buah yang dapat diawasi secara efektif dan efisien oleh seorang manager.

Bentuk Bentuk Badan Usaha serta Kelebihan dan Kelemahannya

Bentuk-bentuk badan usaha serta kelebihan dan kelemahannya
A.    Perusahaan Perorangan
Yaitu perusahaan yang dimiliki oleh satu individu

     Kelebihan perusahan perorangan
    •  Mudah didirikan
    •  Modal usaha kecil
    •  Pengelolaannya fleksibel dan bebas
    •  Kerahasiaan perusahaan terjamin


Kelemahan perusahaan perorangan
    •  Pertanggung jawaban tidak terbatas
    • Modal terbatas
    • Kualitas manajerial dan kualitas pekerjaan terbatas
    • Kelangsungan operasi perusahaan terbatas 

B.     Perusahaan Perkongsian (CV,Firma dan Petnership)
Ciri utama perusahaan perkongsian adalah ukuran kecil dan relatif dapat dijalankan oleh pemiliknya.
Perkongsian dapat dibedakan menjadi 2 bentuk
  • Perkongsian umum adalah jenis usaha dimana setiap pemiliknya aktif bertanggung jawab bersama
  • Perkongsian terbatas adalah usaha milik beberapa orang akan tetapi hanya beberapa saja dari pemilik yang bertindak sebagi anggota yang menjalankan operasional bisnis


Kelebihan perusahaan perkongsian
  • Mudah didirikan, modal usaha relatif sedikit, pengelolaan usaha relatif lebih fleksibel dan lebih bebas
  • Dengan adanya beberapa anggota, modal yang terkumpul menjadi lebih banyak, sehingga penambahan modal dapat memperluas skala usaha
  •  Lebih banyak keahlian yang diperoleh
  •  Umur usaha lebih panjang


Kelemahan perusahaan perkongsian
  • Terdapat masalah tanggung jawab tnpa batas bagi anggota aktif yang harus menanggung utang perusahaan baik dari harta perusahaan maupun harta pribadi
  • Menghadapi masalah modal terbatas
  •  Terjadinya perselisihan dan kesalahpahaman antar anggota


C.     Perusahaan Perseroan Terbatas
Perseroan Terbatas adalah suatu unit kegiatan usaha yang didirikan sebagai suatu intitusi badan hukum yang pendiriannya dilakukan melalui akta notaris, dimana suatu dokumen dikemukakan yang pada dasarnya mencantumkan tujuan pendirian, saham yang dikeluarkan dan nama nama pimpinan yang akan menjalankan usaha.

            Kelebihan Perseroan Terbatas
    • Tanggung jawab terbatas
    • Saham perusahaan mudah ditunaikan
    •  Lebih mudah memperoleh modal
    •  Pengelolaan yang lebih profesional            

     
Kekurangan Perseroan Terbatas
    • Perusahaan yang relatif kecil akan menyukai badan usaha yang lebih sederhana
    • Pendiriannya lebih sulit
    • Peraturan yang harus dipenuhi lebih banyak
    • Sukar merahasiakan kegiatan perusahaan


D.    Badan Usaha Milik Negara
terdiri dari :
  1. Perusahaan jawatan atau perjan yaitu perusahaan negara yang dikelola oleh departemen tertentu (contoh PJKA Perusahaan Jawatan Kereta Api)
  2. Perusahaan umum atau perum yaitu perusahaan milik negara yang memberikan layanan kepada masyarakat
  3.  Perusahaan perseroan terbatas milik negara  


E.     Koperasi
            Koperasi merupakan badan usaha yang tujuan utamanya bukan ssekedar untuk mencari keuntungan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Koperasi merupakan badan usaha yang didirikan oleh sekumpulan orang atau perusahaan untuk menjaga kepentingan bersama. Selain itu koperasi juga merupakan badan hukum.

F.      Organisasi Non Profit ( Nirlaba )
      Organisasi non profit berati badan usaha yang bukan mencari keuntungan atau bisa juga disebut non goverment organizations (NGO) umumnya usaha seperti ini bergerak dibidang pendidikan dan rumah sakit.

Lingkungan Bisnis

Lingkungan bisnis dapat dibedakan  menjadi 2 yaitu lingkungan internal dan lingkungan eksternal
A.    Lingkungan Internal
Lingkungan Internal adalah sumber daya manusia dan fisik yang mempengaruhi kinerja bisbis secara langsung. Lingkungan ini terdiri atas ;
1.      Karyawan (tenaga kerja / sumber daya manusia)
2.      Manajemen (keahlian pengelola)
3.      Pemegang saham (stakeholders)
4.      Modal dan peralatan fisik (dana, mesin, gedung)
5.      Informasi
                                                                                                  
B.     Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal adalah institusi atau kekuatan luar yang potensial mempengaruhi kinerja organisasi. Lingkungan eksternal terdiri dari dua komponen yaitu :

1.      Lingkungan Khusus
                        Lingkungan khusus adalah bagian dari lingkungan yang secara langsung relevan terhadap pencapaian unsur organisasi. Lingkungan khusus meliputi orang orang yang mempunyai kepentingan dalam organisasi (stakeholder), seperti konsumen, pemasok, pesaing dan kreditor.

Konsumen atau pelanggan merupakan kelompok potensial yang mengkonsumsi output atau barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan atau organisasi bisnis dan juga lembaga pemerintahan maupun organisai nonprofit lainnya
Pemasok yaitu perusahaaan atau individu yang menyediakan faktor faktor produksi , pasokan meliputi bahan baku/material, peralatan, input keuangan dan tenaga kerja
Pesaing meliputi semua tawaran pesaing yang nyata maupun potensialserta subtitusi yang dipertimbangkan oleh pembeli
Kreditor yaitu kelompok kepentingan tertentuyang mempengaruhi kegiatan organisasi secara finansial (institusi keuangan ataupun individu yang memberikan pinjaman dana.

2.      Lingkungan Umum
Lingkungan umum meliputi berbagai faktor, antara lain ;
a. Kondisi Ekonomi meliputi inflasi, masalah pengangguran, tingkat pertumbuhan pendapatan nasional, keadaan neraca pembayaran, kondisi pasar saham serta fluktuasi kurs valuta asing dan suku bunga.
b. Kondisi Politik dan Hukum yakni terdapatnya kestabilan politik dan kebijaksanaan pemerintah yang sesuai dapat menciptakan suasana kondusif untuk mengembangkan aktivitas organisasi bisnis diberbagai bidang.
c. Kondisi Sosial Budaya yaitu para manajer perlu memperhatikan adanya perubahan sosial budaya masyarakat khususnya pola dan tren pasar yang ditunjuk.
d. Kondisi Demografi mencakup kebiasaan yang beraku dalam karakteristi    k fisik dari populasi seperti jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, lokasi geografis, pendapatan, konsumsi keluarga.
e. Teknologi merupakan salah satu faktor lingkungan umum yang paling dramatis atau paling cepat mengalami perubahan.
f. Globalisasi adalah salah satu faktor utama yang mempengaruhi organisasi bisnis
    

Rabu, 30 April 2014

Fungsi Manajemen Keuangan dan Peranan Pasar Modal di Indonesia


Manajemen keuangan merupakan manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan. Fungsi-fungsi keuangan tersebut meliputi bagaimana memperoleh dana (raising of fund) dan bagaimana menggunakan dana tersebut (allocation of fund). Manajer keuangan berkepentingan dengan penentuan jumlah aktiva yang layak dari investasi pada berbagai aktiva dan pemilihan sumber-sumber dana untuk membelanjai aktiva tersebut.
Untuk memperoleh dana, manajer keuangan bisa memperolehnya dari dalam maupun luar perusahaan. Sumber dari luar perusahaan berasal dari pasar modal, bisa berbentuk hutang atau modal sendiri.

Fungsi Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan dapat didefinisikan dari tugas dan tanggung jawab manajer keuangan. Tugas pokok manajemen keuangan antara lain meliputi keputusan tentang investasi, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian deviden suatu perusahaan, dengan demikian tugas manajer keuangan adalah merencanakan untuk memaksimumkan nilai perusahaan
Kegiatan penting lainnya yang harus dilakukan manajer keuangan menyangkut empat aspek yaitu :
1. Manajer keunangan harus bekerjasama dengan para manajer lainnya yang bertanggung jawab atas perencanaan umum perusahaan
2. Manajer keuangan harus memusatkan perhatian pada berbagaikeputusan investasi dan pembiayaan, serta segala hal yang berkaitan dengannya
3. Manajer keuangan harus bekerjasama dengan para manajer di perusahaan agar perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin
5. Manajer keuangan harus mampu menghubungkan perusahaan dengan pasar keuangan, di mana perusahaan dapat memperoleh dana surat berharga perusahaan dapat diperdagangkan

Tujuan Perusahaan
Pada dasarnya tujuan manajemen keuangan adalah memaksimumkan nilai perusahaan. Akan tetapi dibalik tujuan tersebut masih terdapat konflik antara pemilik perusahaan dengan penyedia dana sebagai kreditur. Jika perusahaan berjalan lancar, maka nilai saham perusahaan akan meningkat, sedangkan nilai hutang perusahaan dalam bentuk obligasi tidak terpengaruh sama sekali. Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai dari saham kepemilikan bisa merupakan indeks yang tepat untuk mengukur tingkat efektifitias perusahaan. Berdasarkan alasan itulah, maka tujuan manajemen keuangan dinyatakan dalam bentuk maksimalisasi nilai saham kepemilikan perusahaan, atau memaksimalisasikan harga saham. Tujuan memaksimumkan harga saham tidak berarti bahwa para manajer harus berupaya mencari kenaikan nilai saham dengan mengorbankan para pemegang obligasi.

Aspek penting lain dari tujuan perusahaan dan tujuan manajemen keuangan adalah pertimbangan terhadap tanggung jawab sosial yang dapat dilihat dari empat segi yaitu 
1. Jika manajemen keuangan menuju pada maksimalisasi harga saham, maka diperlukan manajemen yang baik dan efisien sesuai dengan permintaan konsumen
2. Perusahaan yang berhasil selalu menempatkan efisiensi dan inovasi sebagai prioritas, sehingga menghasilkan produk baru, penemuan teknologi baru dan perluasan lapangan pekerjaan
3. Faktor-faktor luar seperti pencemaran lingkungan, jaminan keamanan produk dan keselamatan kerja menjadi lebih penting untuk dipertimbangkan. Fluktuasi di semua tingkat kegiatan bisnis dan perubahan-perubahan yang terjadi pada kondisi pasar keuangan merupakan aspek penting dari lingkungan luar
4. Kerjasama antara industri dan pemerintah sangat diperlukan untuk menciptakan peraturan yang mengatur perilaku perusahaan, dan sebaliknya perusahaan mematuhi peraturan tersebut.

Tujuan perusahaan pada dasarnya adalah memaksimumkan nilai perusahaan dengan pertimbangan teknis sebagai berikut :
1. Memaksimumkan nilai bermakna lebih luas daripada memaksimumkan laba, karena memaksimumkan nilai berarti mempertimbangkan pengaruh waktu terhadap nilai uang
2. Memaksimumkan nilai berarti mempertimbangkan berbagai resiko terhadap arus pendapatan perusahaan
3.  Mutu dari arus dana yang diharapkan diterima di masa yang akan datang mungkin beragam.

Perkembangan Pasar Modal
Sebenarnya pasar modal tidak jauh berbeda dengan pasar-pasar lainnya. Keduanya merupakan pertemuan antara permintaan dan penawaran dalam memperjualbelikan sesuatu barang. Perbedaannya dengan pasar lainnya, dalam pasar modal yang diperdagangkan adalah barang-barang intangible berupa surat-surat berharga atau saham. Transaksi di pasar modal dapat terjadi karena ada yang melakukan permintaan yaitu perusahaan-perusahaan yang melakukan ekspansi dan diversifikasi yang disebut Emiten.
Terdapat beberapa lembaga terkait dalam pasar modal, antara lain :
1.      Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam)
Badan pengawas ini memberikan ijin-ijin di bidang pasar modal misalnya Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Secara umum badan ini berfungsi untuk membantu menteri keuangan dalam melakukan penyusunan kebijaksanaan dalam pasar modal.

2.     Bursa Effek
Bursa effek merupakan pasar sekunder yang dikelola oleh organisasi swasta yang dapat membuat aturannya sendiri dan mengikat para anggotanya dan juga emiten yang tercatat di bursa. Bursa effek berfungsi untuk menetapkan effek-effek yang ada di bursa agar menjadi likuid. Apabila pemegang saham akan membeli atau menjual sahamnya, maka dapat dilaksanakan dengan mudah di pasar bursa.

3.     Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP)
Lembaga ini dapat menjamin jika ada saham yang gagal dalam transaksi.

4.     Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP)
Lembaga ini berfungsi untuk menyelesaikan transaksi dan menyimpan saham-saham yang diperjualbelikan.

Manfaat dan Peranan Pasar Modal
Pasar modal sangat bermanfaat bagi emiten dan investor. Adapun manfaat bagi emiten antara lain
a. Menciptakan iklim berusaha yang sehat, sehingga akan diperoleh dana jangka panjang bagi emiten
b. Menghilangkan insentif mempertahankan mayoritas kepemilikan
c. Mendorong pemanfaatan manajemen secara profesional
d. Membina iklim keterbukaan bagi dunia usaha dan memberikan akses kontrol sosial

Sedangkan manfaat bagi investor antara lain
a. Memberikan alternatif investasi untuk memperoleh keuntungan dengan resiko yang dapat diperhitungkan
b. Memberikan kesempatan bagi investor untuk memiliki perusahaan-perusahaan yang sehat, baik dan benar.


Secara nasional, pasar modal mempunyai peranan untuk terciptanya iklim berusaha yang sehat, terciptanya alokasi sumber dana secara optimal, tersedianya alternatif sumber pembiayaan pembangunan dan terciptanya penyebaran kepemilikan perusahaan sampai lapisan masyarakat menengah.

Keputusan Bauran Pemasaran

Definisi Produk

Produk merupakan salah satu variabel terpenting yang diperlukan dalam memenuhi kebutuhan, keinginana, dan permintaan konsumen. Untuk itu, perusahaan berusaha agar produk yang dihasilkannya dapat sesuai dengan harapan konsumen.
Menurut Keegan (1995), pengertian produk adalah sebagai berikut “produk dapat didefinisikan sebagai segala bentuk barang, jasa, ataupun ide yang dapat ditawarkan kepada pasar dan dapat memuaskan segala keinginan dan kebutuhan konsumen”.
Pengertian produk menurut Bearden (1995), produk dapat diartikan sebagai sebuah ide, sebuah bentuk fisik (barang), jasa, atau kombinasi dari ketiganya, sebagai sebuah elemen pertukaran untuk memuaskan tujuan individu atau bisnis.

Konsep Produk
Setiap perusahaan dalam merencanakan penawaran produk, perlu membedakan tingkatan produknya, menurut Kotler (997 : 431), produk memiliki lima tingkatan yaitu:
1.      Manfaat Utama
Jasa atau manfaat dasar yang sebenarnya dibeli oleh seorang pelanggan, yang dapat digunakan dalam memenuhi kebutuhannya. Jadi penekanannya adalah manfaat bukan pada bentuk lahiriah dari produk
2.      Produk Generik
Bentuk standar (dasar) dari produk yang umumnya sudah dikenal. Misalnya komputer meiliki CPU, layar monitor, dan keyboard.
3.      Produk yang diharapkan 
Merupakan suatu set atribut dan persyaratan yang biasanya diharapkan dan disetujui pembeli ketika membeli produk itu. Misalnya tamu hotel mengharapkan tempat tidur yang bersih, sabun, handuk, dan lain-lain.
4.      Produk Tambahan
Produk tambahan merupakan pelengkap produk yang memberikan suatu pelayanan dan manfaat tambahan kepada konsumennya, diluar dari apa yang diharapkan konsumen, sehingga akan membedakannya dari produk pesaing. Misalnya hotel dapat menambahkan produknya dengan melengkapinya dengan televisi, shampo, bunga segar, dan sebagainya.
5.      Produk Potensial
Produk potensial menunjukan semua tambahan dan perubahan yang mungkin dialami produk di masa yang akan datang. Perusahaan-perusahaan pada masa ini saling bersaing dan berusaha mencari cara-cara baru dalam menawarkan kepuasan pelanggan.

Kebijakan Produk
Produk mempunyai arti yang sangat penting bagi perusahaan. Sebab, disamping sebagai dasar menentukan kebijakan pemasaran juga merupakan gambaran perusahaan di mata masyarakat konsumen. Jika produk yang ditawarkan dapat memuaskan keinginan konsumen merupakan gambaran keberhasilan, demikian sebaliknya. Tentunya produk di sini tidak hanya terbatas wujud fisik, tetapi juga kualitas model dan apa saja yang dapat memuaskan keinginan konsumen.
Dalam dunia bisnis, banyak perusahaan yang memasarkan barang dari satu jenis. Oleh karena itu bauran produk mempunyai lebar, panjang, halaman dan konsistensi tersendiri. Tentunya dimensi bauran produk harus selalu dievaluasi. Hal ini dimaksudkan agar dapat diciptakan perlakuan yang benar dan seimbang untuk setiap lini produk, yaitu memberikan dukungan penuh bagi produk berprospek cerah atau ngeliminasi produk yang lemah di pasar.
Keputusan lain mengenai kebijakan produk yang perlu diperhatikan adalah mengenai model, merk, label dan kemasan. Untuk itu ada beberapa kemungkinan misalnya membuat model tertentu sebagai ciri sebagian atau seluruh produk yang dipasarkan perusahaan. Membuat merk yang berlainan untuk produk yang sama untuk setiap produk yang ditawarkan serta membuat merk tersendiri untuk setiap jenis produk.
Strategi kemasan hendaknya diarahkan untuk terciptanya manfaat tambahann, misalnya menambah ketahanan perlindungan kualitas, mempunyai efek promosi dan lain- lain. Sedangkan keputusan mengenai label hendaknya memperjelas informasi kepada konsumen, mempunyai efek promosi dan lain-lain.

Strategi Harga Jual
Keputusan tentang harga jual mempunyai implikasi yang cukup luas perusahaan maupun konsumen. Harga yang terlalu tinggi dapat menimbulkan kemungkinan menurunnya daya saing. Sebaliknya harga rendah dapat menyebabkan kerugian, khususnya bila biaya meningkat. Hal ini terutama akan menjadi masalah bagi perusahaan yang baru berdiri.
Tujuan akan sangat mempengaruhi tingkat harga jual yang akan ditetapkan perusahaan .Adapun tujuan penetapan harga jual adalah :
1. Untuk Survival
Bila perusahaan berada dalam kondisi menghadapi persaingan yang sangat gencar, pergeseran keinginan konsumen adanya kapasitas menganggur, maka yang diinginkan perusahaan adalah bagaimana untuk bertahan hidup Dalam kondisi untuk tetap eksis dalam dunia bisnisnya maka perusahaan akan menetapkan harga jual sekedar dapat menutupi tetap dan variabel saja.
2. Penetrasi Pasar
Jika perusahaan ingin memperkuat market share dari produk yang dipasarkannya, maka perusahaan akan menetapkan harga jual yang rendah. Dengan kebijakan harga jual yang rendah diharapkan pembeli akan sangat peka terhadap harga, biaya per unit akan semakin kecil seiring dengan semakin meningkatnya penjualan dan akan mendesak pesaing.
3. Maksimumkan Laba Dalam Jangka Pendek
Jika perusahaan menetapkan untuk mendapatkan keuntungan setinggi mungkin, maka akan ditetapkan harga jual tinggi.
4. Mendapatkan Uang Secepat Mungkin
Jika perusahaan berada dalam kesulitan keuangan, maka perusahaan akan menetapkan harga jual rendah dengan maksud untuk mendapatkan uang tunai dengan cepat.

5. Untuk Keunggulan Dalam Kualitas Produk
Suatu perusahaan mungkin bertujuan agar kualitas produk yang dipasarkannya selalu yang terbaik. Untuk itu perlu di penelitian dan pembangan yang terus menerus.

Langkah selanjutnya dalam penetapan harga jual adalah menentukan permintaan. Untuk itu perlu dilakukan penelitian besarnya tingkat permintaan untuk produk yang ditawarkan perusahaan dalam market share yang dikuasai pesaing. Di samping itu perlu pula diperhitungkan sifat eleminitas permintaan produk tersebut. Hal ini untuk mengetahui hubungan antara kebijakan harga dengan tingkat permintaan. Jika sudah diketahui tujuan dan besarnya kemungkinan permintaan, perlu pula ditaksir besarnya biaya untuk memasarkan sebesar permintaan itu sebelum ditetapkan harga jual. Tentunya harga jual yang akan minimal harus dapat menutupi biaya yang dikorbankan. Setelah ancar-ancar harga jual diketahui dengan memperhatikan tujuan, besarnya permintaan dan biaya, maka sebelum ditetapkan sebagai harga jual, terlebih dahulu memperhatikan tawaran harga dari pesaing. Sebab bila harga yang ditetapkan dibawah harga pesaing kemungkinan besar akan memicu perang harga. Sebaliknya jika terlalu tinggi akan menyebabkan menurunya daya saing perusahaan.

Langkah berikutnya dalam menetapkan harga adalah memilih metode digunakan. Untuk itu ada beberapa metode yang akan digunakan, antara lain: Cost plus pricing, break event dan target profit pricing, penetapan harga atas dasar nilai, yang tergantung dari produk yang dipasarkan, penetapan harga berdasarkan nilai yang tergantung dari produk yang dipasarkan, penetapan harga berdasarkan harga pasar seharga kontrak. Bila ditetapkan metode yang akan digunakan, maka dapat ditentukan beberapa kemungkinan harga jual atas dasar tujuan, besarnya permintaan, dan pesaing. Tetapi sebelum ditetapkan sebagai harga jual akhir, maka perlu diuji seberapa kemungkinan tersebut. Dalam pengujian tersebut diperhitungkan dampak psikologis bagi konsumen, citra perusahaan serta dampaknya bagi pesaing dari penetapan harga jual tersebut. Kebijakan lain yang perlu diperhatikan dalam strategi harga jual adalah modifikasi harga. Dalam hal ini perlu dipertimbangkan apakah perlu perbedaaan harga untuk wilayah yang berbeda dan pembeli yang berbeda, dengan harga dan kemungkinan memprakarsai kenaikan harga.

Kebijakan Penyaluran
Keputusan saluran akan mempengaruhi dua hal, yaitu jangkauan penjualan dan biaya. Setiap alternatif saluran yang dipilih jelas dipengaruhi unsur-unsur lain yang terdapat dalam bauran pemasaran perusahaan. Misalnya tujuan yang ingin dicapai, ciri-ciri pasar yang dijadikan sasaran dan karakteristik produk yang ditawarkan.
Ada beberapa alternatif yang mungkin di pilih penjual dalam distribusikan
produknya kepada konsumen, yaitu :
1. Manufacturer → Konsumen
2. Manufacturer → Pedagang eceran →Konsumen
3. Manufacturer →Pedagang besar → Pedagang eceran →Konsumen
4. Manufacturer →Agen →Pedagang besar→ Pedagang eceran →Konsumen

Perlu disadari bahwa alternatif manapun yang dipilih saluran distribusi akan menghubungkan arus fisik, hak milik, pembayaaran, informasi promosi. Untuk itu sebelum ditetapkan satu alternatif saluran perlu diketahui dan ditetapkan sasaran dan kendalanya, jenis perantara, jumlah antara serta syarat, tanggung jawab dan hak setiap anggota saluran perantara. Penilaian terhadap alternatif saluran didasarkan kriteria ekonomis, efektfitas dan pengendalian. Tiap alternatif saluran yang dipilih memenuhi kriteria tersebut. Untuk itu perantara yang dipilih sebagai anggota saluran harus diseleksi, dimotifasi secara berkala dievaluasi kembali.

Kebijakan Promosi
Kebijakan bauran pemasaran tentu akan lebih berhasil jika apa telah diprogram dikomunikasikan dengan tertara yang baik. mengkomunikasikan program perusahaan kepada masyarakat konsumen dapat dilakukan dengan empat variabel, yaitu :
1.      Periklanan, bentuk presentasi dan promosi non pribadi tentang ide, barang, dan jasa yang dibayar oleh sponsor tertentu.
2.      Personal selling, presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan satu calon pembeli atau lebih yang ditujukan untuk menciptakan penjualan.
3.      Publisitas, pendorong permintaan secara non pribadi untuk suatu produk, jasa atau ide dengan menggunakan berita komersial di dalam media massa dan sponsor tidak dibebani sejumlah bayaran secara langsung.
4.      Promosi penjualan, kegiatan pemasaran selain personal selling, periklanan dan publisitas yang mendorong pembelian konsumen dan efektifitas pengecer.

Keputusan tentang bauran promosi akan mencakup : Penyampaian pesan,n penerimaan pesan dari media yang digunakan, tanggapan dan umpan balik serta gangguan. Untuk itu sebelum keputusan bauran promosi ditetapkan, maka perlu terlebih dahulu diidentifikasi khalayak yang dijadikan sasaran, ditentukan tujuanpromosi, merancang pesan, menetapkan sasaran promosi dan menyeleksi media yang digunakan. Selanjutnya pelaksanaan promosi harus terkoordinasi, konsisten, tepat waktu dan dievaluasi.
Tentunya kebijaksanaan  pemasaran yang di susun perusahaan harus diperhatikan peran atau kondisinya dalam dunia bisnis, yaitu apakah dalam dunia bisnis tergolong perusahaan pemimpin, penantang, pengikut atau menggarap relung pasar. Sebab kondisi perusahaan dalam dunia bisnis akan mempengaruhi tantangan yang dihadapi. Misalnya tantangan yang dihadapi perusahaan yang tergolong pemimpin pasar adalah melindungi pasar yang dikuasai, memperluas pasar dan mengembangkan market share. Tentunya karena perbedaan permasalahan atau tantangan yang dihadapi akan menyebabkan strateginya juga akan bebeda.
Jika perusahaan memutuskan untuk memasuki pasar internasional, maka perlu di susun suatu cara yang sistematis mengenai keputusan keikutsertaan tersebut. Hal ini disebabkan pasar internasional mengandung resiko yang tidak sama dibandingkan dengan pasar domestik yang disebabkan kurangnya pengalaman, kebiasaan yang berbeda, hukum yang berbeda dan lain-lain.Untuk itu langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memahami sistem perdagangan internasional, hukum, politik, lingkungan ekonomi dan budaya pasar yang di tuju. Kemudian ditentukan besarnya penjualan untuk pasar internasional yang didinginkan, negara tujuan dan pasar yang dituju negara tersebut.
Langkah selanjutnya adalah menentukan cara untuk memasuki pasar yang dituju tersebut. Memasuki pasar internasional dapat dilakukan dengar, berbagai cara antara lain dengan cara ekspor, usaha patungan dan penanaman modal langsung. Tentunya cara mana yang dipilih tergantung pada penilaian yang mana yang paling memungkinkan, yaitu setelah memperhatikan pelaksanaan ekonomi dari negara yang di tuju. Dan langkah terakhir adalah membentuk organisasi yang efektif untuk mendukung kebijaksanaan memasuki pasar internasional tersebut.

Merek
Definisi Merek
Merek memberikan manfaat baik bagi konsumen maupun produsen (penjual), kerena merek dapat membantu konsumen untuk mengidentifikasi produk-produk tertentu, yang pada gilirannya akan membantu proses pembelian. Tanpa merek, pemlihan produk akan sulit dilakukan karena konsumen sukar untuk membedakan produk satu dengan produk lainnya. Beberapa pakar ekonomi mempunyai definisi yang hampir sama mengenai merek, diantaranya :
Definisi tersebut menyebutkan bahwa merek adalah nama dan /atau simbol yang bersifat membedakan (seperti sebuah logo, cap, atau kemasan) dengan maksud mengidentifikasikan barang atau jasa dari seorang penjual atau sebuah kelompok penjual tertentu, yang digunakan untuk membedakannya dari barang-barang dan jasa yang dihasilkan para kompetitor.
Pengertian merek menurut Keegan (1995), adalah merek merupakan suatu wadah yang kompleks dari gambaran atau pemikiran dan pengalaman dalam pemikiran konsumen yang mengkomunikasikan janji tentang manfaat-manfaat dari produk tertentu yang diciptakan oleh perusahaan tertentu.
Sedangkan, Kotler (1997), merupakan pakar ekonomi yang mendefinisikan merek sebagai berikut, merek adalah nama, stilah, tanda, simbol, atau desain, atau kombinasi dari hal-hal tersebut, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari seseorang atau sekelompok penjual dan untuk membedakannya dari produk pesaing.

Syarat-syarat Merek yang Baik
Suatu nama merek yang baik bukanlah merupakan hasil pemikiran sambil lalu saja, melainkan harus merupakan satu kesatuan dengan konsep produk. Menurut Aaker (1991), menyatakan bahwa pemilihan nama merek yang baik seharusnya :
1.      Mudah dihapal dan diingat
2.      Menunjukkan kelas produk tertentu
3.      Mendukung sebuah simbol atau slogan
4.      Menunjukkan asosiasi-asosiasi yang diinginkan tanpa menjadi membosankan atau sepele
5.      Nama tersebut sebaiknya otentik, bisa dipercaya dan menyenangkan dan tidak menyentuh harapan-harapan yang salah
6.      Istimewa- nama itu seharusnya tidak menimbulkan kebingungan dengan nama-nama kompetitor
7.      Keberadaannya bisa dilindungi dari segi hukum.