Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 November 2014

Langkah Pengorganisasian Manajer Sebuah Organisasi

Jika anda bekerja sebagai manajer sebuah organisasi, maka tugas utama anda adalah mengembangkan organisasi untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cara yang anda inginkan. Bagaimanakah langkah langkah yang akan anda lakukan untuk pelaksanaan (proses) pengorganisasian dalam organisasi anda sehingga pekerjaan dan anggota organisasi menjadi satu kesatuan yang harmonis? 
Dan bentuk struktur organisasi seperti apa yang akan anda gunakan?

Langkah – langkah pengorganisasian yang akan saya lakukan adalah ;
  • Merencanakan organisasi berdasarkan tujuan agar bisa memperoleh masukan untuk membantu meningkatkan kinerja organisasi
  • Menentukan tugas-tugas utama dan subtugas, kemudian membagi beban pekerjaan secara keseluruhan menjadi berbagai aktivitas yang secara logis dapat dilakukan oleh seorang karyawan sesuai dengaan kompetensi yang dimiliki karyawan agar karyawan tidak bekerja lebih berat dari karyawan dari yang lain
  • Membagi pekerjaaan dan menentukan tenaga kerja yang mengisi tugas tersebut (spesialisasi pekerjaan)
  • Mengevaluasi hasil dan strategi pembentukan organisasi. Hasil evaluasi tersebut dijadikan sumber informasi untuk meningkatkan kinerja organiasi
Bentuk struktur yang saya gunnakan adalah struktur organisasi lini dan staff 
karena struktur ini sangat mudah dipahami dan sederhana, didalam organisasi ini pimpinan masih bisa mengendalikan secara terpusat apabila organisasi berkembang karena bisnis maju maka memerlukan seorang ahli atau penasehat organisasi. Penasehat ini akan membantu organisasi sebagai input, pengambilan keputusan yang lebih baik dan tepat.

Selanjutnya langkah langkah dalam proses pelaksanaan delegasi (pendelegasian tugas) dengan ;
  • Mengadakan analisis lengkap tentang aktivitas suatu pekerjaaan
  • Untuk mempermudah langkah tersebut, atasan perlu membuat sebuah formulir yang digunakan untuk menulis semua aktivitas atau kegiatan yang dilakukan atasan dan keputusan yang bisa diambil
  • Setelah yakin semua tercatat, lakukan penggolongan pekerjaan yang memboroskan waktu, pekerjaan yang kurang memberikan kontribusi pada perusahaan, peekerjaan yang bisa dihilangkan tanpa berdampak buruk bagi   pestasi dan sasaran perusahaan, dan pekerjaan penting baik yang tidak bisa di delegasikan maupun yang mungkin di delegasikan kepada karyawan
  • Setelah selesai mengidentifikasi semua pekerjaan dan mengukur durasi setiap pekerjaan maka atasan dapat memulai mempertanyakan apakah kayawan benar-benar bisa mengerjakan pekerjaan yang diberikan kepadanya
  • Pelaksanaan delegasi meliputi proses pelatihan dan pengembangan yang melibatkan semua karyawan. Atasan harus membuat keseimbangan semua beban kerja pada waktu delegasi dilaksanakan. Jangan memberikan semua tugas hanya pada satu orang saja
  • Jika karyawan yang dilatih mampu dengan cepat menyerap materi pelatihan yang diberikan, lakukan perbaikan dan umpan balik segera jika terjadi kesalahan dan kurang ketelitian
  • Untuk mempermudah pencatatan kemajuan keryawan, atasan perlu membuat catatan berisikan daftar keterampilan yang harus dikuasai dan di lengkapi dengan catatan kemampuan yang belum dan telah dikuasai karyawan
  • Apabila atasan  telah yakin bahwa seorang karyawaan menguasai pekerjaan yang akan di delegasikan, maka ia harus memastikan bahwa ia telah memberikan semua informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas
  • Gunakan daftar periksa (chek list) untuk memastikan bahwa atasan telah  menjelaskan suatu penugasan dengan rinci dan jelas sebab kegagalan utama pendelegasian adalah kekurang sabaran dan kekurang mampuan mengendalikan diri dalam memberikan pelatihan dan bimbingan

Manfaat Manajeman Bagi Organisasi

  • Apa manfaat manajemen bagi organisasi ?

Manfaat manajemen bagi organisasi yaitu  untuk mencapai keteraturan, kelancaran, dan kesinambungan usaha  sesuai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya, untuk mencapai efisiensi, yaitu suatu perbandingan terbaik antara input dan output. Juga agar suatu organisasi dapat mengendalikan lingkungan sebagai pertimbangan untuk memilih sasaran yang tepat. Sebab didalam organisasi membutuhkan banyak ketrampilan, kemampuan, dan sikap yang akan membuat organisasi tersebut terus berkembang dengan inovatif, kreatif, menguntungkan, kompetitif, dan berorientasi global.

  • Mengapa suatu organisasi perlu memahami lingkungan organisasinya ?

Suatu organisasi perlu memahami lingkungan organisasinya karena organisasi perlu memberikan respon terhadap lingkungan organisasinya, bagaimana menangani masalah masalah sosial, kebijaksanaan kebijaksanaan  organisasi dan nilai nilai sosial pada periode waktu tertentu. Juga untuk mengetahui suasana politik di lingkungan organisasi agar mengurangi resiko ketidakpastian.  Karena  lingkungan yang statis menciptakan ketidakpastian lebih sedikit dibandingkan lingkungan yang dinamis, oleh karena itu organisasi harus mencoba meminimalkan dengan mengelola dampak lingkungan  sebaik baiknya. Karena lingkungan yang tidak dinamis merupakan ancaman keefektifan bagi organisasi.

  • Jika suatu oganisasi hanya melaksanakan proses departementalisasi dan pembagian kerja, tetapi tidak melaksanakan koordinasi, bagaimanakah dampaknya terhadap organisasi tersebut ?

Jika suatu organisai hanya melaksanakan proses departementalisasi dan pembagian kerja, tetapi tidak melaksanakan koordinasi maka dampaknya terhadap organisasi adalah jika terjadi ketidakselarasan antara departemen-departemen yang menimbulkan permasalahan dan konflik sehingga sasaran dan tujuan organisasi tidak tercapai., maka tanpa koordinasi, individu-individu dan department-departement akan kehilangan pegangan atas peranan mereka dalam organisasi. Oleh karena itu koordinasi dalam organisasi sangat lah penting untuk menyelaraskan komitmen untuk mencapai tujuan organisasi.

Rabu, 19 November 2014

Komunikasi dan Motivasi Organisasi

1. Komunikasi
Pengertian umum dari komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari pemberi pesan kepada penerima pesan.

Fungsi komunikasi :
  1. Pengendalian : yaitu menyampaikan peraturan atau aturan yang berlaku
  2. Pengembangan motivasi. : memberikan penjelasan tentang setiap hal yang harus dilakukan perusahaan
  3. Sarana ungkapan emosional : saluran terpercaya yang bisa menampung berbagai perasaan, keluhan, kekecewaan, dan perasaan puas.
Pemberian informasi

Pemberian informasi kepada seluruh karyawan tentang suatu keputusan melalui saluran komunikasi yang benar
Komunikasi efektif sangat dibutuhkan organisasi, karena :
  1.  Mengurangi ketidakpastian
  2. Manusia memiliki kemampuan memprediksi suatu kejadian
  3. Mendapatkan informasi
  4. Menguatkan keyakinan
  5. Menggunakan wewenang fungsional
  6. Ungkapan emosional
  7. Pengendalian
Unsur-unsur komunikasi :

  1.  Manusia sebagai komunikator
  2. Pesan yang akan dikomunikasikan
  3. Saluran komunikasi
  4. Metode komunikasi
  5. Komunikan atau penerima pesan
  6. Gangguan atau distorsi
  7.  Konteks
  8. Umpan balik
Penghalang komunikasi :

  1. Perlindungan
  2. Jika informasi dapat menyebabkan karyawan dipecat atasan, maka informasi tidak disampaikan
  3.  Pertahanan
  4. Menolak informasi yang disampaikan seseorang karena sudah terbentuk emosi penolakan untuk orang tersebut
  5. Kecenderungan menghakimi
  6. Untuk informasi yang negatif atasan cenderung menilai jelek seseorang sebelum mengeceknya
  7. Ekspektasi yang tidak sesuai
  8. Kurang waktu
Peranan komunikasi ; 

  1. Komunikasi dan perumusan kebijaksanaan ; untuk menghindari salah penafsiran terhadap suatu kebijaksanaan
  2. Komunikasi dan pengambilan keputusan : keputusan yang diambil akan efektif jika dikomunikasikan kepada stake holder
  3. Komunikasi dan perencanaan : rencana perlu dikomunikasikan agar diketahui
  4. Komunikasi dan pengorganisasian ; struktur organisasi bisa saja berubah. Untuk itu perlu dikomunikasikan mengenai visi, misi yang baru kepada anggota
  5. Komunikasi dan penggerakan
  6. Komunikasi dan pelaksanaan kegiatan operasional : kegiatan operasional adalah kegiatan utama untuk menghasilkan produk.  Untuk itu perlu menggunakan komunikasi yang mudah dicerna dalam pelaksanaan.
  7. Komunikasi dan pengawasan : pengawasan adalah untuk melihat apakah berjalan sesuai rencana. Jika tidak dikomunikasikan akan menimbulkan kesalahpahaman
  8. Kumunikasi dan penilaian : penilaian adalah untuk mengevaluasi secara menyeluruh untuk perbaikan kebijakan. Oleh karena itu seluruh karyawan perlu dikomunikasikan dengan baik arti pentingnya agar tidak salah paham.
Keberhasilan komunikasi dalam organisasi.

Untuk dapat berhasil dalam komunikasi, diperlukan beberapa langkah yaitu :
  1. Penetapan tujuan, tujuan formal maupun informal
  2.  Pembuatan dan pelaksanaan keputusan, kepatuhan pelaksanaan yang sudah diputuskan
  3. Perekrutan dan pengembangan staf, dilakukan transparan agar tidak menimbulkan dugaan negatif
  4. Pengukuran hasil
  5. Komunikasi dengan stake holder, agar sesuatu dapat berjalan lancar
  6. Proses negosiasi dengan pemasok penyedia dana, agar harga pasokan dapat diturunkan atau mendapat pasokan kualitas baik
  7. Proses produksi produk perusahaan
  8. Pemahaman tentang peraturan hukum yang berlaku, agar proses produksi sudah memperhatikan sisi hukum dan tidak mengganggu adat, agama, kepentingan masyarakat, atau lingkungan
  9. Penerapan komunikasi dua arah ;
  •       Mendengar
  •       Terbuka
  •       Menyamakan persepsi.
  •       Komunikasi empat mata.

2. Motivasi
Merupakan konsep yang dimanfaatkan untuk mendeskripsikan berbagai dorongan yang timbul pada atau di dalam individu yang menggerakkan dan mengarahkan perilakunya.
Ada 3 jenis motivasi yaitu :
  1. Motivasi karena takut
  2. Motivasi karena ingin memperoleh hasil
  3. Motivasi karena kekuatan dari dalam.
Teori-teori motivasi.
a. Teori pemuasan kebutuhan
Oleh AbrahamMaslow, yaitu :
  • Kebutuhan fisiologis
  • Kebutuhan rasa aman
  • Kebutuhan rasa memiliki
  • Kebutuhan penghargaan
  • Kebutuhan aktualisasi diri
b. Teori motivasi proses.
Oleh : Victor Vroom, yaitu :
  • Harapan (Expectancy) adalah kemungkinan yang dirasakan seseorang apabila ia melakukan sejumlah usaha tertentu
  • Nilai (Valence) atau daya tarik adalah akibat atau perilaku tertentu yang memiliki nilai atau martabat tertentu bagi individu tertentu
  • Pertautan (Instrumentality) yaitu persepsi individu bahwa hasil pertama berhubungan dengan hasil berikutnya
c. Teori keadilan atau kesetaraan.
Yaitu individu ingin diperlakukan adil, yaitu upah yang diterima harus sesuai dengan hasil usaha.  Hal ini sulit dan menjadi masalah, karena tiap orang memiliki persepsi yang berbeda tentang rasa adil

d. Teori pengukuhan
Yaitu jika perilaku disertai imbalan, maka seseorang akan termotivasi untuk melakukan sesuatu.

Beberapa prinsip dalam memotivasi karyawan :
  1. Prinsip partisipasi
  2. Prinsip komunikasi
  3. Prinsip mengakui adanya perbedaan individu
  4. Prinsip menyesuaikan individu dengan pekerjaan
  5. Prinsip mengakui andil bawahan
  6. Prinsip mendelegasikan wewenang
  7. Prinsip memberi perhatian
  8. Prinsip pemberian uang
Dalil-dalil seorang manajer untuk memotivasi orang lain :
  1. Motivasi kepada diri sendiri
  2. Kecerdasan emosi
  3. Empati
  4. Memberikan harapan terbaik kepada bawahan yang anda pimpin
  5. Pelajari hal-hal serius yang dibutuhkan bawahan
  6. Terapkan standar keunggulan yang tinggi
  7. Ciptakan suasana dimana kegagalan bukanlah sesuatu yang fatal
  8. Dukunglah terus seseorang yang akan melakukan apa yang anda inginkan
  9. Gunakan keteladanan untuk merangsang keberhasilan
  10.  Jangan ragu memberi pujian atas prestasi
  11. Gunakan perpaduan antara pergulatan yang positif dan pergulatan negatif
  12. Ciptakan keinginan bersaing
  13. Ciptakan kerjasama
  14. Kembangkan para pemberontak menjadi pengganti anda
  15. Usahakanlah agar motivasi tetap tinggi
Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi ; 
  1. Memahami kebutuhan karyawan
  2. Mengidentifikasi apa yang dibutuhkan dan apa yang diinginkan
  3. Adanya pujian, pengakuan ataskinerja karyawan
  4. Pemanfaatan imbalan jasa uang atas hasil kerja
  5. Menyadarkan karyawan bahwa imbalan jasa akan didapat jika hasil kerjanya baik
Teori motivasi dalam aplikasi ; 
  1. Manajemen berdasar sasaran
  2. Modifikasi perilaku.
  3. Program pelibatan karyawan ; Manajemen partisipastif, Partisipasi representati, Lingkaran kualitas
  4. Rencanakan kepemilikan saham
  5. Program upah variabel
  6. Rencanakan upah berdasarkan keterampilan
  7. Tunjangan fleksibel
  8. Harga sebanding.

Dasar Dasar Etika Perusahaan

Dasar dasar etika perusahaan
1. Etika Manajemen
Istilah etika umumnya merujuk pada aturan-aturan atau prinsip-prinsip yang merumuskan perilaku benar atau salah.  Bagi seorang manajer, ada tolok ukur yang dipakai yang disebut etika manajerial, yaitu untuk meninjau etis atau tidak etisnya keputusan yang diambil manajer.
Menurut Zimmerer (1996) dalam Dadang dan Sylvana (2007), ada 3 tingkatan etika :
  1. Hukum
  2. Kebaikan dan prosedur organisasi
  3. Sikap moral dan mental individu.


Etika bisnis lebih ditujukan untuk membangun kepercayaan masyarakat untuk keberhasilan dalam jangka panjang.
Kerangka kerja etika meliputi :
  1. Mengakui berbagai dimensi etika yang ada
  2. Mengidentifikasi stake holder yang terlibat
  3. Mengambil alternatif yang tersedia
  4. Mengimplementasikan pilihan yang konsisten.


Prinsip etika dan perilaku bisnis :
  1. Kejujuran
  2. Integritas
  3. Memelihara janji
  4. Kesetiaan
  5. Keadilan
  6. Suka membantu orang lain
  7. Hormat kepada orang lain
  8. Tanggungjawab sebagai warga negara
  9. Meraih keunggulan
  10. Akuntabilitas.


Kiat mempertahankan standar etika perusahaan 
  1. Ciptakan kepercayaan perusahaan
  2. Kembangkan dan laksanakan kode etik bisnis
  3. Berikan perlindungan hak individu
  4. Berikan pelatihan tentang etika
  5. Lakukan audit pelaksanaan etika.


2. Tanggungjawab sosial perusahaan.
Perusahaan disamping mencari laba, juga tidak dapat melepaskan diri dari tanggungjawabnya terhadap masyarakat atau disebut tanggungjawab sosial.  Tanggung jawab sosial pada dasarnya adalah merujuk pada usaha perusahaan untuk mengejar sasaran-sasaran jangka panjang yang baik bagi perusahaan.
Jenis tanggungjawab sosial perusahaan :
a.Tanggungjawab terhadap lingkungan.
  • Melestarikan lingkungan
b. Tanggungjawab terhadap karyawan :

  • Mendengarkan karyawan
  • Menghormati pendapat karyawan
  • Meminta masukan pendapat atau ide
  • Memberi umpan balik
  • Memberikan kepercayaan kepada seluruh karyawan
  • Memberikan peluang selebar-lebarnya kepada mereka
  • Memberikan imbalan yang setimpal kepada setiap karyawan
  • Memberikan kepercayaan kepada karyawan dalam melakukan pekerjaannya
c. Tanggungjawab terhadap pelanggan

  • Memperoleh produk yang aman untuk dikonsumsi
  • Memperoleh informasi tentang aspek produk
  • Mendengar dan didengar
  • Memilih apa yang akan mereka beli
  • Mengetahui secara pasti barang dan jasa yang mereka beli
  • Mengetahui cara menggunakan dan memelihara produk yang dibeli
  • Memilih produk yang ada di pasar sesuai persaingan sehat
d. Tanggungjawab terhadap investor.

  • Mempertanggungjawabkan pengembalian investasi kepada investor dan memaksimalkan laba.
e. Tanggungjawab terhadap masyarakat.

  • Memberikan lapangan pekerjaan seluas-luasnya
Ada 2 pandangan yang berbeda yaitu :

  1. Pandangan klasik.: Tanggungjawab manajemen adalah menghasilkan laba.
  2. Pandangan sosial ekonomi ; Tanggungjawab manajemen adalah menghasilkan laba dan melindungi dan mensejahterakan masyarakat.
Unsur-unsur untuk menyusun pedoman perilaku dan kebijakan untuk perusahaan yaitu :

  1. Kejujuran
  2. Persaingan : pasar bebas
  3. Kerahasiaan dan informasi
  4. Pengendalian gosip
  5. Saling menghormati
  6. Anti diskriminasi
  7. Tidak kerja paksa
  8.  Pekerja anak-anak dilindungi
  9. Upah dan tunjangan sesuai hukum
  10. Bebas dari penganiayaan tanpa intimidasi
  11. Produk yang aman dan sehat, berkualitas
  12. Lingkungan kerja yang sehat dan aman
  13. Lingkungan sekitar sumberdaya perusahaan : mengelola usaha dengan cara yang bisa dipertanggungjawabkan
  14. Lingkungan perusahaan : ,menjaga kebersihan lingkungan, tidak berpolusi
  15. Asas kepatuhan : prinsip-prinsip keterbukaan penuh dengan aturan kerahasiaan bisnis standar.







Strategi Bersaing, Organisasi Belajar dan Budaya Organisasi

Strategi Bisnis Di Era Yang Berubah

Jika kita melihat era tahun 1980-an, siapa menyangka saat ini kita dapat belanja melalui jaringan internet ke seluruh dunia hanya dengan melakukan “klik”ke komputer dari ruang kamar kita? Ini adalah gambaran kehidupan yang selalu ditandai dengan perubahan. Kita menyaksikan hal-hal yang tidak kita duga sebelumnya. Artinya, sampai kapan pun, kita akan terus berhadapan dengan perubahan. Tak terkecuali di dunia bisnis. 

“ Bahwa di dunia ini tidak ada yang kekal kecuali perubahan itu sendiri”

Dalam dunia bisnis kita menyaksikan banyak perusahaan yang mengalami pasang surut. Keunggulan yang dimiliki suatu perusahaan yang diharapkan dapat bertahan lama sebagai andalan dalam menghadapi persaingan, ternyata kini tidak berkutik menghadapi keunggulan baru yang diciptakan pesaing. Seperti persaingan yang ditandai dengan dinamika tinggi tersebut oleh Richard D’Aveni (1994) disebut dengan hypercompetition.


Keunggulan Bersaing (Richard D’Aveni)
  1. Setiap Keunggulan akan Mengalami Aus
  2. Mempertahankan Keunggulan Bertahan Lama Berarti Merugikan Diri Sendiri
  3. Tujuan Suatu Strategi adalah Menurunkan Status Quo, Bukan Mempertahankan Keunggulan Lama
  4. Mengambil inisiatif dengan langkah langkah pendek
Dalam situasi yang statis, keunggulan bersaing suatu perusahaan dapat bersumber dari kesuksesan dalam empat arena persaingan, yaitu: arena harga dan mutu, waktu dan pengetahuan, daerah kekuasaan serta sumber daya yang lebih besar.
Inovasi menjadi salah satu kunci yang paling penting untuk mencapai keunggulan bersaing.

Menurut Stoner (1995) bahwa dalam dunia usaha ini, menjadi kreatif dan inovatif merupakan hal yang lebih penting dibandingkan dengan era sebelumnya. Inovasi sangat berperan dalam menciptakan keunggulan bersaing, namun bagaimanakah mewujudkan kegiatan inovasi tersebut dalam suatu organisasi atau perusahaan

ORGANISASI BELAJAR
Sumber daya manusia yang berkualitas, merupakan syarat terwujudnya organisasi berbasis pengetahuan (organizational knowledge creation.)
Proses belajar ini harus dibudayakan dalam organisasi sehingga sumber daya manusia di dalamnya menjadi collective learners (manusia-manusia pembelajar secara kolektif). Organisasi yang demikian ini sering disebut dengan istilah organisasi belajar (learning organization).

Ada beberapa faktor yang sangat berperan dalam mendukung terwujudnya organisasi belajar, antara lain:

  1. Penguasaan individu
  2. Pembelajaran dalam kelompok
  3. Visi bersama
  4. Budaya pembelajaran dalam organisasi
  5. Struktur dan sistem yang mendukung

BUDAYA PERUSAHAAN

“Suatu filosofi, norma, kepercayaan dan nilai-nilai yang menjadi pedoman seluruh jajaran anggota organisasi dalam menghadapi masalah eksternal dan internal sehingga semua jajarang anggota organisasi menerima dan memahami filosofi, norma, kepercayaan dan nilai-nilai tersebut sebagai dasar bertindak dan berperilaku”

Menurut Schein, ada tiga tingkatan budaya, yaitu:
1.      Artifak
2.      Nilai nilai yang didukung
3.      Asumsi Dasar

Hubungan antara budaya dengan kinerja perusahaan ( Kotter dan Heskett :1987 )
      Teori I: Suatu budaya perusahaan dianggap kuat apabila nilai-nilai yang sudah terinternalisasi secara mendalam dan dipegang teguh oleh para anggota organisasi tersebut.
      Teori II: Kinerja akan meningkat jika budaya perusahaan sesuai dengan konteks industrinya
      Teori III: Budaya yang adaptif mampu meningkatkan kinerja dalam jangka panjang

Perubahan budaya perusahaan
  1. penjelasan tentang rencana perubahan
  2. menunjuk kepemimpinan
  3. memprakarsai reorganisasi
  4. sosialisasi kepada semua pegawai untuk mengenalkan budaya yang baru
  5. melakukan analisis budaya
  6. melakukan dukungan untuk budaya baru

MANAJEMEN MULTIBUDAYA

Beberapa karakteristik manajer multibudaya, antara lain:
  1. Berpikir melampaui persepsi lokal;
  2. Selalu siap dengan pemikiran-pemikiran baru;
  3. Siap menyesuaikan diri dengan lingkungan serta gaya hidup yang baru;
  4. Bersedia menciptakan sinergi budaya kapan saja dan di mana saja;
  5. Bekerja efektif dalam lingkungan multinasional/multibudaya;
  6. Memimpikan kesempatan-kesempatan dan usaha-usaha transnasional;
  7. Menciptakan skenario untuk masa depan yang optimistik dan dapat diwujudkan.


Sabtu, 22 Maret 2014

Konsep Dasar Manajemen



Dalam bahasa yang sehari-hari yang kita kenal, kerap kali istilah manajemen  kita pahami sebagai suatu cara, atau metode yang berhubungan dengan kegiatan;  mengelola, mengatur, mengorganisir dan sebagainya. Manajemen waktu, berhubungan dengan bagaimana kita mengelola waktu yang dimiliki untuk pencapaian tujuan secara efektif dan efisien, manajemen keuangan, memfokuskan  tentang cara atau metode yang kita gunakan dalam mengelola keuangan, baik alokasi terhadap biaya yang muncul maupun pendapatan yang diperoleh
bahkan sampai dengan istilah Manajemen Qolbu yang dulu kerap kita dengar melalui media televisi yang disampaikan oleh seorang Da’i kondang  AA’ Gym, beliau mengartikan manajemen Qolbu sebagai upaya mengelola hati agar senantiasa dalam kebahagian melalui pendekatan religius...dan masih banyak lagi ragam pola manajemen yang kita kenal atau kita dengar dalam keseharian kita
Secara sederhana manajemen berorientasi pada dua hal, yaitu mengawasi orang bekerja dan mengurus uang. Sehingga manajemen dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan mengawasi/mengatur orang bekerja dan mengurus/mengatur administrasi keuangan dengan baik. Manajemen yang baik baru dapat dicapai jika diterapkan dengan tegas dan disiplin, agar usaha yang dilalukan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Manajemen dapat dipahami melalui  2 (dua) hal , yaitu Teori dan Praktik
   Aspek Teori, menekankan pada pandangan tentang aspek tertentu dari organisasi, antara lain; efektifitas, pencapaian tujuan, pengambilan keputusan, efisiensi, keseimbangan, interaksi antara oganisasi dan lingkungan sekitarnya, dan sebagainya.
 Aspek Praktik, menekankan pada praktik manajemen yang memandang organisasi sebagai sebuah sistem terbuka. Manajemen, dimaknai sebagai suatu proses mengkoordinasi dan mengintegrasi kegiatan-kegiatan kerja sehingga dapat dirampungkan secara efisisen dan efektif dengan dan melalui orang lain (Robbins dan Coulter, 2005)

Manajemen menurut Williams (2001)
  • Merencanakan : adalah menentukan sasaran organisasi dan saran untuk mencapainya
  • Mengorganisasikan : adalah menetapkan dimana keputusan akan dibuat, siapa yang akan melaksanakan tugas dan pekerjaan, dan siapa bekerja untuk siapa, dalam perusahaan
  • Memimpin: adalah memberi inspirasi dan motivasi karyawan untuk bekerja keras dalam mencapai sasaran organisasi.
  • Mengendalikan : adalah mengawasi kemajuan pencapaian sasaran dan mengambil tindakan koreksi bilaman kemajuan tidak tercapai


Follett dalam Stoner (1996)
manajemen sebagai “Seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain”.
Stoner (1995), manajemen sebagai suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

B. MANAJEMEN DAN MANAJER
  • Keberhasilan suatu organisasi sangat  tergantung pada pengelolaan fungsi-fungsinya secara efektif. Mengelola organisasi membutuhkan banyak ketrampilan, kemampuan dan sikap yang akan membuat organisasi tersebut tidak hanya bergerak melainkan juga berkembang, inovatif, kreatif, menguntungkan, kompetitif, dan berorientasi global
  • Kunci sukses pengembangan dan prestasi manajemen adalah para manajer. Oleh karena itu mereka harus mampu menguasai keilmuan, kepekaan, dan pengalaman menganalisis lingkungan persaingan serta menjalankan fungsi-fungsi manajemen
  • Suatu organisasi akan berhasil apabila dikelola melalui proses yang sistematis dan mampu mengendalikan individu yang terlibat didalamnya sehingga mereka dapat bekerja secara maksimal untuk mencapai tujuan
  • Alasan mengapa perlu menggunakan teori dan teknik manajemen yaitu untuk meningkatkan efisiensi, mengkristalkan sifat manajemen, serta mencapai tujuan sosial


....peran manajemen dan manajer dibutuhkan untuk menjaga dinamika perusahaan/organisasi agar tetap stabil dan berkembang....


Manajer
  • Organisasi membutuhkan manajer
  • Mengawasi dan mengarahkan pekerjaan anggota dalam organisasi
  • Mengkoordinir serta mengorganisir pekerjaan anggota dalam organisasi
  • Bertanggung jawab langsung atas sekelompok orang di sebuah divisi organisasi/perusahaan


Peran manajer menurut Mintzberg dalam Robbins dan Coulter (1999) adalah peran antar pribadi, peran informasi, dan peran memutuskan, dengan penjelasan masing-masing adalah sebagai berikut :
    Peran antar pribadi : Peran-peran yang melibatkan kegiatan-kegiatan simbolis (figure head), pemimpin, dan penghubung.
  Peran informasi: Peran yang meliputi kecepatan-kecepatan memantau, menyebarkan, dan juru bicara.
  Peran memutuskan : Peran yang meliputi kewirausahawan, penanganan gangguan, pengalokasi sumber daya.


Jenis-Jenis Manajer

Jenis-jenis atau tingkatan manajer dapat diklasifikasikan menjadi tiga golongan menurut (Handoko, 1999) adalah

Manajer lini pertama  
Manajer tingkat paling rendah, para manajer ini sering disebut penyelia, manajer  kantor, manajer departemen 

Manajer menengah                 
Mencakup semua tingkat manajemen antara tingkat penyelia dan tingkat puncak.  Misalnya kepala bagian, kepala biro, manajer pabrik, manajer devisi, general manajer

Manajer puncak          
Manajer yang bertanggung jawab atas pengambilan Keputusan organisasi, Misalnya presiden direktur, CEO, COO, presiden komisaris



C. MANAJEMEN GLOBAL

Perubahan adalah suatu yang tak dapat terpelakkan.Yang tidak berubah, hanya “Perubahan” itu sendiri. Organisasi  yang semula berfokus pada layanan lokal, mau tidak mau, jika ingin terus eksis dan berkembang, harus mampu berkompetisi di dunia internasional. Berpola pikir bisnis dan berperilaku sesuai permintaan pasar global. Dan tentu saja, ada syarat untuk mencapai tujuan tersebut, yakni pengembangan Manajemen Global
Manajemen Global :
  • Manajemen baru era globalisasi  dalam suatu perusahaan harus memiliki staf dan karyawan yang mampu melayani pasar global sekaligus pasar lokal yang ingin dilayani dengan cara yang sama
  • Manajer yang semula berperan “memerintah dan mengawasi” saat ini harus berperan menjadi “pelatih” agar setiap karyawan mampu diberdayakan untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar
  • Manajer harus memiliki sejumlah ide, gagasan, strategi, dan metode untuk membantu orang lain menyesuaikan diri dalam kondisi seperti ini